Sabtu, 23 Oktober 2021

Goresan Tinta Saat Raga Tak Berdaya

 Pejuang Tak Bersayap "

Selasa, 5 Oktober 2021.  
Pukul : 20.50 WIB


Selasa 5 Oktober jarum jam berdetak.

Berdetak tanpa henti, hingga dititik tertentu , 20.50

Histeris, menangis..

Hampa..diam... kristal bening hadir tanpa diminta.

Pergi tanpa pamit..pergi untuk selamanya...

Innalilahi wa innailaihi rajiun

Mata tak melirik, tangan tak bergerak, tubuh rapuh tergolek tak berdaya. Dipenghujung tenggorokan, hati menuntun lidah terucap kalimat SYAHADAT : LAILAHAILALLAH 

Jasad bercerai dengan Ruh. 

Tubuh tinggal gelar jenazah.

Pejuang tak bersayap itu pergi tak pernah kembali. Kepangkuan Sang Ilahi Rabbi.

Selamat Jalan Pejuang Tak Bersayap. 

Terimakasih telah membawa kami terbang ke alam dunia.

walau engkau tertatih, perih..

namun tetap berdiri tegar hingga di penghujung ASA. 

Akhir usia yang indah, menikmati walau segenggam, memetik walau setangkai, tak bertepi jika dirangkai, indah saat dipandang. 

Selamat Tidur panjang Pejuang Tak Bersayap..

Hisabmu tak banyak, harta mu juga tak sebanyak pasir dilautan 

namun ...

semangat juang luas  membentang disetiap sendi kehidupan yg telah dilalui, hingga kini Tuhan meminta untuk pulang, IRJI'I ILALLAH,

 "wahai jiwa yang tenang, kembalilah pada Allah", kembalilah pejuangQ kepangkuan RABB mu. 

Teriring Doa Kami selalu menyertaimu disetiap hela nafas, hingga nafas ini pun berhenti untuk menghela, menyusul mu ke-alam yang lain, alam yang kekal itulah alam AKHIRAT.

Cinta kasihmu sepanjang jalan, cinta q sepanjang Hela nafas.

#mifthahullana.syarifah#

#ernayatibintiqadir"#

#pejuang tak bersayap berani hidup dengan segenap jiwa dan raga#

#pejuangbertubuhbaja, semangat 45#